Studi Living Tafsir terhadap Tradisi Sekar Sari Kidung Rahayu pada Paguyuban Macapat Tresna Budaya
DOI:
https://doi.org/10.61683/isme.vol31.2025.64-72Kata Kunci:
Living Qur’an, Living Tafsir, Macapat, Sekar Sari Kidung RahayuAbstrak
Tafsir Al-Qur’an saat ini tidak lagi sekedar teks penafsiran Al-Qur’an yang terhimpun di antara dua sampul. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa tafsir Al-Qur’an hidup di tengah masyarakat, yang dikenal sebagai “living tafsir”, perluasan dari living qur’an. Dalam penelitian ini, tafsir Sekar Sari Kidung Rahayu (Sekar Macapat Terjemahanipun Juz ‘Amma), karya Ahmad Djawahir Anomwidjaja, menjadi objek penelitian, dengan subjeknya Paguyuban Macapat Tresna Budaya. Tujuan dari penelitian ini adalah menunjukkan bagaimana teknik dan filosofi dari praktik living tafsir tersebut. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan metode wawancara dan observasi untuk memahami konteks budaya dan praktik tradisi. Lokasi penelitian berada di Desa Bonorowo, Bonorowo, Kebumen, dan subjek atau informan penelitian adalah pelaku tradisi yang tergabung dalam kelompok Paguyuban Macapat Tresna Budaya. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi-partisipatif, mengamati langsung pelaksanaan tradisi, wawancara mendalam dengan informan kunci, serta analisis dokumen Sekar Sari Kidung Rahayu. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan triangulasi data, yang menggabungkan hasil observasi, wawancara, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tafsir tersebut dinyanyikan dalam acara macapatan setiap malam sabtu, yang di antara tujuannya adalah memahami Al-Qur’an melalui tembang macapat. Oleh karenanya, tafsir Al-Qur’an bukan lagi sekedar objek yang dipelajari atau diikuti, tetapi juga dinyanyikan dalam kegiatan macapat. Macapat sebagai tradisi kesenian masyarakat Jawa menjadi media yang mewadahi ‘hidup’nya tafsir Al-Qur’an. Oleh karenanya, living tafsir di sini menunjukkan suatu penerimaan tafsir secara normatif-performatif, oleh masyarakat yang memiliki tradisi wacana akan keutamaan Al-Qur’an dan keutamaan macapat.
Referensi
Afsaruddin, A. (2007). The First Muslims: History and Memory. Oxford: Oneworld.
Ali, R., & Isnaini, S. N. (2024). Digitising Interpretation: Transforming Tafsir Al-Mishbah in the Context of the Living Quran. Jurnal Studi Ilmu-ilmu al-Qur’an dan Hadis, 25(1), 1–23. https://doi.org/10.14421/qh.v25i1.5186.
Anomwijaya, Achmad Djuwahir. (1992). Sekar Sari Kidung Rahayu Sekar Macapat Terjemahanipun Juz ‘Amma. Cet. 1. Yogyakarta: Bentang.
Asad, T. (2009). The Idea of an Anthropology of Islam. Qui Parle, SPRING/SUMMER, 17(2), 1–30. https://www.jstor.org/stable/20685738.
Azizah, A., Syah, F., Dahliana, Y., & Iqbal, M. (2024). INTERNALISASI PEMAHAMAN AL-QUR`AN DALAM BENTUK MACAPAT SEKAR SARI KIDUNG RAHAYU. Al-Bayan: Jurnal Studi Ilmu Al- Qur’an dan Tafsir, 9(1), 15–4. https://doi.org/10.15575/al-bayan..v9i1.38047.
Ghoni, A., & Saloom, G. (2021). Idealisasi Metode Living Qur’an. Himmah, 5(2), 413–424.
Gusmian, I. (2016). Tafsir Al-Qur’an Bahasa Jawa: Peneguhan Identitas, Ideologi, dan Politik. Ṣuḥuf, 9(1), 141–168. http://jurnalsuhuf.kemenag.go.id.
Hidayat, A. R. (2022). Macapat Al-Qur’an: Religious Literature and Oral Tradition in Rural Java. Advances in Social Science, Education and Humanities Research, 644, 195–204. http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0.
Hidayat, K., Lutfianto, Bustam, B. M. R., & Shalihin, R. R. (2024). The Representation Of Translating Quranic Verses Based On Javanese Literature In The Form Of Tembang Macapat. ZAD Al-Mufassirin, 6(1), 1–20. https://doi.org/10.55759/zam.v6i1.137.
Ihsan, W. (2023). PESAN MORAL JUZ ‘AMMA MENURUT ACHMAD DJUWAHIR DALAM KITAB TEMBANG MACAPAT JAWA SEKAR SARI KIDUNG RAHAYU SEKAR MACAPAT TERJEMAHANIPUN JUZ AMMA. Tesis. PROGRAM STUDI ILMU AL-QUR’AN DAN TAFSIR PASCASARJANA UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SAYYID ALI RAMHATULLAH TULUNGAGUNG.
Ihsan, W., & Salamah Noorhidayati. (2023). TAFSIR AL-QUR’AN MACAPAT JAWA KARYA ACHMAD DJUWAHIR (ANALISIS PENAFSIRAN Q.S AL-KAFIRUN, AL-ADIYAT, AL-FATIHAH). Al-Mustafid: Jurnal of Quran and Hadith Studies, 2(2), 31–46.
Khusna, M. Al. (2021). PERWATAKAN SURAT DALAM SEKAR SARI KIDUNG RAHAYU, SEKAR MACAPAT TERJEMAHANIPUN JUZ ‘AMMA KARYA ACHMAD DJUWAHIR ANOMWIDJAJA (Studi Analisis Tafsir Bahasa Jawa Perspektif Tembang Macapat). Skripsi. PROGRAM STUDI ILMU ALQURAN DAN TAFSIR FAKULTAS USHULUDDIN DAN FILSAFAT UIN SUNAN AMPEL SURABAYA
Lukman, F. (2021). Menjadi Sejarawan Tafsir: Beberapa Asumsi Metodologis Penelitian Tafsir Indonesia. Dalam M. Ghozali (Ed.), DIALEKTIKA KEILMUAN USHULUDDIN: Epistemologi, Diskursus & Praksis (hlm. 59–92). Yogyakarta: Q-MEDIA.
Lutfianto. (2020). Tarjamah Ayat-Ayat Al-Quran dengan Tembang Macapat dalam Wayang Kekayon Khalifah Yogyakarta. AT-TURAS: Jurnal Studi Keislaman, 7(1), 52–61. https://doi.org/10.33650/at-turas.v7i1.1005.
Mansur, M. (2007). Living Qur’an dalam Lintasan Sejarah. Dalam Sahiron Syamsuddin (ed.) Metodologi Penelitian Living Qur’an & Hadis. Cet. 1. Yogyakarta: Teras.
Mustaqim, Abdul. (2007). Metode Penelitian Living Qur’an: Model Penelitian Kualitatif. Dalam Sahiron Syamsuddin (ed.) Metodologi Penelitian Living Qur’an & Hadis. Cet. 1. Yogyakarta: Teras.
Nurdarmawan, A., & Riyadi, M. I. (2024). Transmisi Pemaknaan Al-Qur’an dalam Sekar Sari Kidung Rahayu Karya Eyang Achmad Djuwahir Anomwidjaja. At-Tafasir: Journal of Qur’anic Studies and Contextual Interpretation, 2(1), 177–196. https://jurnal.iainponorogo.ac.id/index.php/tafasir.
Ponijan (2022). Komunikasi Pribadi.
Rafiq, A. (2021). Living Qur’an: Its Texts and Practices in the Functions of the Scripture. Jurnal Studi Ilmu-ilmu Al-Qur’an dan Hadis, 22(2), 469–484. https://doi.org/10.14421/qh.2021.2202-10.
Rohmah, N. (2022). LIVING TAFSIR ABYÂN AL HAWȂIJ KARYA AHMAD RIFAʽI (STUDI DINAMIKA PELESTARIAN AJARAN AHMAD RIFAʽI DI KABUPATEN PEKALONGAN). Tesis. PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU AL-QU’AN DAN TAFSIR KONSENTRASI ILMU TAFSIR PROGRAM PASCASARJANA INSTITUT PTIQ JAKARTA.
Sahlan, A., & Mulyono. (2012). PENGARUH ISLAM TERHADAP PERKEMBANGAN BUDAYA JAWA: Tembang Macapat. el Harakah, 14(1), 101–114.
Sambi (2022). Komunikasi Pribadi.
Sudiran (2022). Komunikasi Pribadi.
Sumiyardana, K. (2021). PENULISAN NAMA SURAT-SURAT AL- QUR’AN DALAM TEMBANG JAWA. Widyasastra, 4(1), 22–32.
Yusuf, Muhammad. 2007. Pendekatan Sosiologi dalam Penelitian Living Qur’an. Dalam Sahiron Syamsuddin (ed.) Metodologi Penelitian Living Qur’an & Hadis. Cet. 1. Yogyakarta: Teras.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Wildan Fahdika Ahmad

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





