Pembinaan Narapidana dengan Pendekatan Teaching for Wisdom: Integrasi Kearifan Lokal Gayo di Rumah Tahanan Kelas II B Takengon

Penulis

  • Windisyahputra IAIN Takengon
  • Hilda Hakim IAIN Takengon

DOI:

https://doi.org/10.61683/josce.vol21.2025.9-17

Kata Kunci:

Kearifan Lokal Gayo, Pembinaan Narapidana, Teaching For Wisdom

Abstrak

Kriminalitas di Indonesia merupakan masalah sosial yang berdampak merugikan masyarakat serta menghambat terwujudnya kehidupan damai dan sejahtera. Upaya penanggulangan dilakukan melalui pembinaan narapidana di lembaga pemasyarakatan. Tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kualitas moral warga binaan melalui internalisasi nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Gayo. Kegiatan dilakukan di Rutan Kelas IIB Takengon dengan metode pembinaan moral berbasis nilai budaya lokal, khususnya prinsip mukemel yang merepresentasikan harga diri, filosofi hidup, dan karakter ideal masyarakat Gayo. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa internalisasi nilai-nilai tersebut berkontribusi dalam membentuk kepribadian warga binaan sesuai prinsip moral dasar, yaitu sikap baik, keadilan, dan penghormatan terhadap diri sendiri. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pembinaan berbasis kearifan lokal terbukti mampu meningkatkan kualitas moral narapidana sehingga menjadi bekal penting dalam proses reintegrasi social.

Diterbitkan

29-08-2025

Cara Mengutip

Windisyahputra, & Hakim, H. (2025). Pembinaan Narapidana dengan Pendekatan Teaching for Wisdom: Integrasi Kearifan Lokal Gayo di Rumah Tahanan Kelas II B Takengon. JoSCE : Journal of Services and Community Empowerment, 2(1), 9–17. https://doi.org/10.61683/josce.vol21.2025.9-17

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

Obs.: Plugin ini minimal membutuhkan satu plugin statistik/laporan aktif. Jika plugin statistik menghasilkan lebih dari satu metrik, pilihlah metrik utama pada pengaturan halaman admin dan/atau pada halaman pengaturan manajer jurnal.