Nilai-Nilai Moderasi Islam Dalam Novel Ayat-Ayat Cinta 2 Karya Habiburrahman El-Shyrazi
DOI:
https://doi.org/10.61683/isme.vol12.2023.24-40Kata Kunci:
Ayat-ayat cinta, Moderasi Islam, Toleransi, Habibburrahman Al-ShirazyAbstrak
Novel merupakan salah satu media yang dapat menyampaikan pesan atau nilai dari sebuah karya sastra. Oleh karena itu, Habiburrahman El Shirazy menegaskan nilai-nilai moderasi melalui media tulis seperti novel, naskah drama, buku terjemahan, kumpulan cerita keteladanan dan cerpen-cerpen bernuansa Islami. Salah satu karya terbaiknya adalah novel Ayat-Ayat Cinta. Novel ini merupakan bacaan yang bukan sekedar novel, namun bisa menjadi motivasi bagi seorang muslim atau muslimah untuk lebih baik dalam mengarungi kehidupan ini. Novel Ayat-Ayat Cinta mengandung nilai-nilai moderasi yang kuat. Kita bisa belajar banyak dari karya sastra (novel), salah satunya sikap moderat. Saat ini banyak orang yang jauh dari pemikiran moderat, toleransi dan anti akan kekerasan. Maka dengan bantuan novel-novel yang memiliki nilai moderasi agama diharapkan dapat menyadarkan masyarakat (pembaca) untuk bisa bersikap moderat dalam kehidupan beragama. Penelitian ini mengangkat judul “Nilai-nilai Moderasi dalam Novel Ayat-Ayat Cinta Karya Habiburrahman El Shirazy” yang merumuskan masalah bagaimana nilai-nilai moderasi dalam novel Ayat-Ayat Cinta karya Habiburrahman El Shirazy. Dalam artikel ini, penulis menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitis. Tujuan penelitian deskriptif analitis adalah untuk memperoleh informasi lebih lanjut tentang nilai-nilai moderasi dalam novel Ayat-Ayat Cinta. Penelitian ini menggunakan teknik dokumenter yaitu teknik pengumpulan data/dokumen untuk mengkonfirmasi informasi seperti membaca buku, internet, kemudian menganalisis novel Ayat-Ayat Cinta dan menarik kesimpulan. Novel Ayat-Ayat Cinta berisi ajakan untuk selalu bersikap moderat dimanapun berada. Nilai-nilai moderasi Islam terpapar jelas dalam novel Ayat-Ayat Cinta 2, moderasi Islam yang dibangun oleh Fahri di tengah lingkungan keberagamaannya menjadikan Fahri sebagai actor moderasi Islam dalam novel tersebut. Adapun nilai-nilai moderasi Islam yang digambarkan dalam novel ini adalah Akomodasi terhadap Budaya Lokal, Komitmen Kebangsaan, Anti kekerasan dan Toleransi.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2023 Sera Irvan Sapriadi

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





