Metodologi Keilmuan Islam: Kajian Epistemologi Terhadap Sumber Pengetahuan

Authors

DOI:

https://doi.org/10.61683/isme.vol21.2024.33-41

Keywords:

Epistimologi Islam, Bayani, Burhani, Irfani

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat distingsi yang muncul dalam pemikiran islam tentang bagaimana memperoleh ilmu pengetahuan. Doktrin agama menjadi bagian integral dari orang-orang yang beriman. Ketika seorang mukmin berfikir tentang sesuatu hal maka niscaya tidak akan terlepas dari Alqur’an, Sunnah dan pendapat para ulama. Epistimologi islam merupakan wasilah bagi para pencari kebenaran dalam berfikir sehingga tindakannya berdasarkan dalil dan pendapat ulama. Dalam mengkaji epistimologi islam ini penulis menggunakan pendekatan studi kepustakaan yang mengkaji berbagai literatur tentang epistimologi islam, sandaran sekunder penulis mengkolaborasikan dengan referensi lain yang berhubungan dengan pembahasan sebagai pendukung sempurnanya tulisan ini. Adapun hasil penelitian mengungkapkan bahwa Epistimologi islam memiliki tiga bentuk yakni Bayani, Burhani dan Irfani. Dimana masing-masingnya memiliki metode sendiri. Metode Bayani dengan cara istinbat dan Istidlal, sementara metode Burhani dengan rasional dan metode Irfani dengan menggunakan ilham dan intuisi.

Published

2024-06-30

How to Cite

Hafiz, A., & Rijal, S. (2024). Metodologi Keilmuan Islam: Kajian Epistemologi Terhadap Sumber Pengetahuan. Islamic Studies Journal, 2(1), 33–41. https://doi.org/10.61683/isme.vol21.2024.33-41

Most read articles by the same author(s)

Obs.: This plugin requires at least one statistics/report plugin to be enabled. If your statistics plugins provide more than one metric then please also select a main metric on the admin's site settings page and/or on the journal manager's settings pages.