Kepemimpinan Bijaksana dalam QS. Al-Anbiya Ayat 78-79: Kajian Hermeneutika Ma’na cum Maghza
DOI:
https://doi.org/10.61683/isme.vol21.2024.23-32Keywords:
Kepemimpinan Bijaksana, QS. Al-Anbiya Ayat 78-79, Ma’na cum MaghzaAbstract
Kepemimpinan yang bijaksana merupakan aspek sentral dalam kisah Nabi Daud dan Sulaiman sebagaimana terungkap pada QS. al-Anbiya (21:78-79). Tujuan penelitian adalah untuk mengungkapkan hikmah dan nilai-nilai kepemimpinan yang terkandung dalam narasi tersebut serta mengeksplorasi relevansinya dalam konteks modern. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode ma’na cum maghza. Data primer diperoleh melalui studi pustaka al-Qur’an dan tafsir serta literatur terkait kepemimpinan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan bijaksana Nabi Daud dan Sulaiman mencakup aspek-aspek seperti keadilan, keberanian, dan kebijaksanaan spiritual. Analisis ma’na cum maghza mendalam mengungkapkan nilai-nilai moral yang mendasari tindakan kedua Nabi, memberikan wawasan tentang bagaimana kepemimpinan yang bijak dapat memberikan dampak positif dalam masyarakat. Relevansi penelitian ini terletak pada kemampuan untuk mengekstrak prinsip-prinsip universal dari kisah Nabi Daud dan Sulaiman serta menerapkannya dalam konteks kepemimpinan modern. Implikasi praktis penelitian ini adalah memberikan panduan bagi pemimpin masa kini untuk mengintegrasikan nilai-nilai etika dan spiritualitas dalam pengambilan keputusan dan interaksi mereka dengan masyarakat.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Islamic Studies Journal

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





