Diskursus Term Mufrad Jamak
Analisis Semantik dan Siyaq Lafadz Rihun dan al-Riyah dalam Penafsiran
DOI:
https://doi.org/10.61683/isme.vol22.2024.57-72Keywords:
Mufrad Jamak, Rihun, Al-Riyah, Kaidah Tafsir, Analisis Semantiq dan Siyaq, Tafsir Al-Quran, LinguistiqAbstract
Term mufrad dan jamak merupakan salah satu kaidah kebahasaan dalam Al-Qur’an untuk mendalami pemahaman studi tafsir. Seperti kaidah tafsir pada umumnya, term mufrad dan jamak berarti ketentuan yang membantu penafsir untuk menarik makna, khususnya terkait redaksi yang memiliki makna tertentu. Penelitian ini mengkaji penggunaan istilah "rihun" (ريح) dan "riyah" (رياح) dalam Al-Qur'an dari perspektif semantik dan siyaq (konteks). Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan ini adalah library research (penelitian pustaka) dengan fokus utama adalah menganalisis nuansa makna dan implikasi penggunaan kedua istilah tersebut dalam berbagai konteks ayat Al-Qur'an. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa jika Al-Qur’an mencantumkan bentuk jamak al-riyah, maka yang dimaksud lebih kepada hal positif yakni seperti nikmat dan rahmat. Sedangkan, apabila digunakan dalam bentuk mufrad yakni rihun, makna yang diisyaratkan adalah lebih dominan mengarah kepada hal negatif seperti bencana alam atau azab Allah. Terdapat fleksibilitas dan kompleksitas dalam penggunaannya yang bergantung pada konteks yang lebih luas. Analisis siyaq mengungkapkan bahwa makna kedua istilah ini tidak hanya ditentukan oleh definisi leksikal, tetapi juga oleh konteks ayat, surah, dan tema keseluruhan Al-Qur'an. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman yang lebih mendalam tentang nuansa linguistik Al-Qur'an dan pentingnya konteks dalam interpretasi. Implikasi penelitian ini relevan untuk studi tafsir Al-Qur'an, linguistik Arab, dan pemahaman teks-teks keagamaan secara umum.
References
Al-Alusi, Ahmud. (t.th). Rih al-Ma’ani. Beirut: Dar Ihya al-Turath.
Al-Andalusi, Abu Hayyan. (1993). al-Bahr al-Muhit Juz 6. Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah.
Al-Asfahani, Raghib. (t.th). Mufradat fi Gharib al-Qur’an. Beirut: Dar al- Ma’rifah.
Al-Baqi, Muhammad Fuad ‘Abd. (1364). Mu’jam Al-Mufahras Li alfaz Al-Qur’an Al-Karim. Kairo: Dar al-Kutub al-Misriyyah.
Al-Jawzi, Ibn. (1984). Nuzhat al-A‘yun Al-Nawazir fi Al-‘Ilmi Al-Wujuh wa Al-Nazair. Beirut: Muassasah al-Risalah.
Al-Suyuti. (2015) Asbab al- Nuzul Terj. Andi Muhammad Syahril dan Yasir Maqasid. Jakarta: Pustaka al-Kautsar.
Al-Tabari, Abu Ja’far Muhammad Ibn Jarir. (2001). Tafsir al-Tabari, Juz 29. Kairo: Dar al-Hijr.
Al-Rāzi, Muhammad Fakhruddīn. (1990). Mafatih al-Ghaib. Beirut: Dar Al-Kotob Al-Ilmiyah.
As-Shabuni, Muhammad Ali. (2011). Shafwat al-Tafasir Jilid 5 Terj. K. H Yasin. Jakarta: Pustaka al-Kautsar.
Hakim, A. Husnul. (2017). Kaidah-Kaidah Penafsiran: Pedoman Bagi Para Pengkaji Al-Qur’an. Depok: Lingkaran Studi al-Qur’an.
Jawhari, Tantawi. (1350 H ). Al-Jawahir fi Tafsir al-Q ’an al-Karim Juz . Beirut: Dar al-Fikr.
Ma’luf, Louis. (2002). Al-Munjid fi Al-Lughah wa Al-‘Alam. Beirūt: Dār al-Mashrīq.
Manzur, Ibnu. (1990). Lisan al-‘Arab, Juz 5. Beirut: Dar al-Fikr.
Shakir, Ahmad Muhammad. (t.th). Al-Shi‘r wa al-Shu‘ara’ Li Ibn Qutaibah. Kairo: Dar al-Ma’arif.
Shihab, M. Quraish. (2010). Tafsir al-Mishbah. Jakarta: Insani Press.
Shihab, M. Quraish. (2013). Kaidah Tafsir. Tangerang Selatan: Lentera Hati.
Sya’rawi, Muhammad Mutawalli. (2004). Tafsir Sya’rawi Jilid 1, Terj. Tim Safir al-Azhar. Jakarta: Duta Azhar.
Umar, Nasaruddin. (2010). Ulumul Qur’an II. Tangerang Selatan: Al-Ghazali Center.
Yunus, Mahmud. (2010). Kamus Arab Indonesia. Jakarta: PT. Mahmud Yunus wa Dzurriyyah.
'Asyur, Muhammad Thahir bin. (1984) Tafsir at-Tahrir wa at-Tanwir. Tunisia: Dar Al-Tunisiyah Lin-Nasyr.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Andi Marwati, Idil Hamzah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





