Pandangan al-Qur’an tentang Sifat dan Peran al-Kalb
DOI:
https://doi.org/10.61683/isme.vol21.2024.13-22Keywords:
al-Kalb, Ashabul Kahfi, Hewan Buruan, Fakta IlmiahAbstract
Dalam al-Qur'an, Allah SWT menyebutkan banyak hewan, termasuk al-kalb (anjing), yang disebutkan enam kali dalam tiga surah. Melalui ayat-ayat ini, al-Qur’an menjelaskan tentang hal-hal positif yang dimiliki oleh hewan ini. Namun, pandangan sebagian masyarakat muslim tentang al-kalb masih terbatas pada sifat negatifnya saja, anggapan sebagai binatang najis dan kotor sering menimbulkan perlakuan kasar terhadap binatang ini, bahkan ditemukan hadits tentang perintah membunuh anjing. Artikel ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih luas dan menyeluruh terhadap al-kalb berdasarkan perspektif al-Qur'an yang dilengkapi dengan penjelasan dari hadits serta fakta-fakta ilmiah. Jenis penelitian ini adalah library research dengan menggunakan metode tafsir mawdhuiy (tematik). Al-Qur’an menyebutkan beberapa sifat dasar al-kalb seperti kebiasaannya menjulurkan lidah sebagai perumpamaan bagi orang yang mengabaikan ilmu yang dimilikinya, sifat al-kalb sebagai hewan yang paling setia, sebagaimana digambarkan dalam kisah Ashhabul Kahfi. Al-Qur’an juga membahas tentang bolehnya memakan hasil buruan yang ditangkap oleh al-kalb. Penafsiran ayat-ayat ini juga dilengkapi dengan perspektif hadis Rasulullah SAW dan fakta ilmiah. Semua hal ini menunjukkan bahwa al-kalb memiliki manfaat dan keistimewaan yang penting, dan perlunya memperlakukan binatang ini dengan baik dan menghargai perannya sebagai bagian dari ciptaan Allah SWT.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Islamic Studies Journal

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





