Manajemen Konflik dalam Komunikasi Antarpribadi:
Sintesis Perspektif Islam dan Teori Komunikasi Kontemporer
DOI:
https://doi.org/10.61683/isme.vol41.2026.44-52Kata Kunci:
Manajemen, Penyelesaian Konflik, Komunikasi AntarpribadiAbstrak
Komunikasi antarpribadi merupakan bagian penting dalam kehidupan manusia yang tidak terlepas dari potensi terjadinya konflik akibat perbedaan kepentingan, persepsi, dan cara pandang. Konflik tidak selalu berdampak negatif, tetapi dapat menjadi sarana memperkuat hubungan apabila dikelola secara konstruktif. Meskipun berbagai penelitian telah membahas manajemen konflik dan penyelesaiannya dalam perspektif Islam, kajian yang mengintegrasikan komunikasi antarpribadi dengan nilai-nilai Islam masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengkaji konsep manajemen konflik dalam komunikasi antarpribadi berdasarkan perspektif Islam, nilai-nilai positif yang dihasilkan, serta strategi penyelesaiannya. Penelitian menggunakan metode library research dengan menelaah buku, jurnal, dan literatur ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa Islam menekankan penyelesaian konflik melalui prinsip islah, musyawarah, tabayyun, keadilan, kesabaran, dan saling memaafkan. Konflik yang dikelola secara tepat mampu meningkatkan kualitas komunikasi, memperkuat hubungan interpersonal, membangun kepercayaan, dan mendorong pengembangan diri. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi prinsip-prinsip penyelesaian konflik dalam Islam dengan komunikasi antarpribadi, sehingga konflik dipahami sebagai peluang untuk membangun hubungan yang lebih harmonis, produktif, dan berkelanjutan melalui komunikasi yang terbuka, empati, serta penghargaan terhadap perbedaan.
Referensi
Al-Shatibi, A. I. (1997). Al-Muwāfaqāt fī Uṣūl al-Sharī'ah. Dār Ibn 'Affān.
Cangara, H. (2006). Pengantar Ilmu Komunikasi. Jakarta: PT Rajawali Grafindo Persada.
Fajarwati, N. K., & Laksana, A. (2021). Faktor komunikasi yang mempengaruhi adopsi program imunisasi di Kota Serang. Bureaucracy Journal: Indonesia Journal of Law and Social-Political Governance, 1 (2), 61-80, https://doi.org/10.53363/bureau.v1i2.27.
Fisher, S. e. (2000). Working With Conflict; Skills and Strategies for Action. London. London: New York: Zed Book Ltd.
Johnson, D. (1981). Reaching out. Interpersonal Effectiveness and Self-Actualization. Englewood Cliffs: Prentice-Hall.
Kamali, M. H. (2008). Shari'ah Law: An Introduction. Oneworld Publications.
Khotimah, N. (2019). Faktor Pembeda Dalam Komunikasi Lintas Budaya Antara Wisatawan Asing Dengan Masyarakat Lokal Di Desa Wisata Kandri Gunungpati Kota Semarang. An-Nida: Jurnal Komunikasi Islam, 11(1), 1–11.
Kuntowijoyo. (2004). Islam sebagai Ilmu: Epistemologi, Metodologi, dan Etika. Jakarta: Teraju.
Laksana, A., Riska, H. N., Khasanah, N. D., & Aliyah, M. (2024). Peran Komunikasi Antarpribadi dalam Resolusi Konflik Antar Karyawan di Organisasi Perusahaan. Jurnal APPISI: Kajian Administrasi Publik dan Ilmu Komunikasi, 1(4), 1-12, https://doi.org/10.62383/kajian.v1i4.54.
Liliweri, A. (2015). Dasar-dasar Komunikasi Antarbudaya. Jakarta: Pustaka.
Maryam, K., Anwar, H., & Otawa, G. L. (2019). Manajemen Konflik dalam Perspektif Al Qur'an dan Hadis. Jurnal Al Himayah, 3 (2), 255-270.
Mulyana, D. (2016). Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Sholihan, d. (2007). Mengelola Konflik Membangun Damai, Teori, Strategi dan Implementasi Resolusi Konflik . Semarang: WMC (Walisongo Mediation Centre) IAIN Walisongo.
Supratiknya, A. (1995). Tinjauan Psikologis, Komunikasi Antarpribadi. Yogyakarta: Kanisius.
Wjayanti, Y. T. (2015). Manajemen Konflik Organisasi dalam Perspektif Islam. Profetik: Jurnal komunikasi, 8(1).
World Bank. (2009). Modul Conflict Resolution Training. Banda Aceh: PNPM Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Fachrur Rizha, Kartini, Ali Mustafa

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





