Hadis dan Legitimasi Kekuasaan
Kritik Asma Afsaruddin terhadap Otoritarianisme Politik (Kajian Hermeneutika Historis Islam Kontemporer)
DOI:
https://doi.org/10.61683/isme.vol41.2026.8-17Kata Kunci:
Asma Afsaruddin, hermeneutika historis, hadis politik, otoritarianisme, legitimasi kekuasaanAbstrak
Artikel ini mengkaji kritik Asma Afsaruddin terhadap instrumentalisasi hadis sebagai perangkat teologis untuk melegitimasi otoritarianisme politik dalam sejarah Islam. Sepanjang periode pertengahan dan modern, penguasa despotik mengapropriasi riwayat-riwayat yang memerintahkan ketaatan mutlak kepada pemimpin, terutama riwayat Hudhayfah ibn al-Yaman dalam Sahih Muslim, untuk membungkam oposisi dan mensakralisasi tirani. Dengan desain penelitian kualitatif berbasis kepustakaan dan pendekatan hermeneutika diakronis, kajian ini menganalisis karya-karya pokok Afsaruddin serta mengonfrontasikannya pada korpus klasik hadis ketaatan beserta kitab-kitab syarahnya. Temuan menunjukkan bahwa Afsaruddin merekonstruksi sebuah silsilah semantik di mana konsep taʼah (ketaatan) dan jamaʼah (komunitas) bergeser dari makna yang kondisional, kontraktual, dan terbatas secara etis pada masa formatif menjadi instrumen kepatuhan tanpa syarat yang direkayasa oleh sarjana istana dinasti. Afsaruddin menggali kembali kontra-memori generasi awal yang berbasis pemilihan, musyawarah (syura), keutamaan moral (fadilah), dan kewajiban amar makruf, sebagai bukti bahwa penolakan terhadap pemimpin zalim selaras dan tidak bertentangan dengan Islam normatif. Artikel ini menyimpulkan bahwa hermeneutika historis Afsaruddin menyediakan teologi politik yang akuntabel, inklusif, dan antiotoritarian bagi masyarakat Muslim kontemporer.
Referensi
Afsaruddin, A. (2002). Excellence and Precedence: Medieval Islamic Discourse on Legitimate Leadership. Brill.
Afsaruddin, A. (2006). “Obedience to Political Authority: An Evolutionary Concept,” dalam Islamic Democratic Discourse: Theory, Debates, and Philosophical Perspectives, ed. M. A. Muqtedar Khan. Lexington Books.
Afsaruddin, A. (2008). The First Muslims: History and Memory. Oneworld Publications.
Afsaruddin, A. (2013). , Striving in the Path of God: Jihad and Martyrdom in Islamic Thought. Oxford University Press, 2013.
Afsaruddin, A. (2015). Contemporary Issues in Islam. Edinburgh University Press.
Al-’Azm, A. G. A. (2020). Mu’jam Al-Ghani. Maktabah Al-Syamilah.
Al-Bukhārī, M. ibn I. (n.d.). Ṣaḥīḥ al-Bukhārī, “Kitāb al-Fitan bāb qawl al-Nabī: sa-tarawna baʻdī umūran tunkirūnahā, no. 7053–7056.
Al-Kurtubi, A. A.-A. A. bin U. bin I. (1996). Al-Mafhum Lima Asykala min Talkhis Muslim. Dar Ibnu Katsir.
Al-Māwardī. (1985). al-Aḥkām al-Sulṭāniyyah wa al-Wilāyāt al-Dīniyyah. Dār al-Kutub al-ʻIlmiyyah.
Al-Nawwāwī, A. Z. Y. (n.d.). al-Minhāj fī Sharḥ Ṣaḥīḥ Muslim ibn al-Ḥajjāj, jil. 12. Dār Iḥyāʾ al-Turāth al-ʻArabī.
Al-Ṭabarī. (2001). Jāmiʻ al-Bayān ʻan Taʽwīl Āy al-Qurʾān, jil. 8. Dār Hajar.
Al-Ṭabarī, M. ibn J. (n.d.). Tārīkh al-Rusul wa al-Mulūk, jil. 3. Dār al-Maʻārif.
Asma Afsaruddin - Wikipedia. (2026). https://en.wikipedia.org/wiki/Asma_Afsaruddin
Brown, J. A. C. (2014). Misquoting Muhammad: The Challenge and Choices of Interpreting the Prophet’s Legacy. Oneworld Publications.
Crone, P. (2004). God’s Rule Government and Islam: Six Centuries of Medieval Islamic Political Thought. New York: Columbia University Press.
Fadl, K. A. El. (2001). Rebellion and Violence in Islamic Law. Cambridge University Press.
Fadl, K. M. A. El. (2004). Atas Nama Tuhan: Dari Fikih Otoriter ke Fikih Otoritatif, terj. R. Cecep Lukman Yasin. Serambi.
Fitriciada, A. (2015). Jihad Konstitusi Muhammadiyah: Kontektualisasi Gerakan Tajdid dalam Hukum Tata Negara. Hukum Ius Quia lustum, 22(4).
Hallaq, W. B. (2013). The Impossible State: Islam, Politics, and Modernity’s Moral Predicament. Columbia University Press.
Hosen, N. (2021). Islam, Keindonesiaan, dan Kemanusian.
Jonathan A. C. Brown, M. M. (2014). The Challenge and Choices of Interpreting the Prophet’s Legacy. Oneworld.
Katsir, I. (1999). Tafsir Al-Qur’an Al-Adzim. Dar Thoyyibah Li al-nasyri wa al-Tauzi’.
Madjid, N. (1992). Islam Doktrin dan Peradaban. Yayasan Wakaf Paramadina.
Mahfudh, S. (1994). Nuansa Fiqh Sosial. LKiS.
March, A. F. (2013). Genealogies of Sovereignty in Islamic Political Theology. Social Research.
Muslim ibn al-Ḥajjāj al-Naysābūrī, Ṣaḥīḥ Muslim. (2000). “Kitāb al-Imārah,” bāb al-amr bi-luzūm al-jamāʻah ʻinda ẓuhūr al-fitan, Hadis No. 1847. Dar as-Salam.
Rahman, F. (n.d.). Islam and Modernity.
Rahman, F. (1982). Islam and Modernity: Transformation of an Intellectual Tradition. University of Chicago Press.
Rukmana, F. I., Haris, A., & Yuzar, S. K. (n.d.). BUKHARI-MUSLIM OLEH AL-HAKIM AL- NAISABURI PADA ABAD 5 HIJRIYAH. https://doi.org/10.21043/riwayah.v2i2.3130.274
Saeed. (2005). Interpreting the Qur’an. Routledge.
Shihab, M. Q. (1994). Membumikan Al-Qur’an: Fungsi dan Peran Wahyu dalam Kehidupan Masyarakat. Mizan.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 NURYANTO nuryanto

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





