Komodifikasi Hadis dalam Media Sosial: Analisis Promosi Air Minum Ajwa di Era Digital
DOI:
https://doi.org/10.61683/isme.vol41.2026.29-34Kata Kunci:
Air Minum Ajwa, Hadis, Komodifikasi Agama, Media Sosial, Otoritas KeagamaanAbstrak
Penelitian ini mengkaji fenomena penggunaan hadis dalam pemasaran produk Air Minum Ajwa sebagai bentuk komodifikasi agama di era digital. Fokus penelitian diarahkan pada penggunaan hadis “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain” dalam promosi produk air minum Ajwa yang dipasarkan melalui media sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis hadis dan studi gerakan keagamaan kontemporer. Data diperoleh dari unggahan promosi produk, literatur hadis, serta kajian mengenai komodifikasi agama dan perubahan otoritas keagamaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadis yang pada mulanya berfungsi sebagai pedoman etika sosial mengalami transformasi makna ketika digunakan sebagai elemen branding produk komersial. Penggunaan hadis dalam konteks pemasaran menciptakan asosiasi simbolik antara konsumsi produk dan ekspresi kesalehan, sehingga agama direduksi menjadi instrumen nilai jual. Selain itu, penelitian ini menemukan adanya pergeseran otoritas dari ulama menuju otoritas pasar, di mana brand komersial mengambil peran dalam menyampaikan dan menafsirkan pesan keagamaan. Studi ini menegaskan pentingnya kehati-hatian dalam penggunaan teks hadis di ruang publik agar nilai-nilai agama tidak dimanfaatkan secara instrumental untuk kepentingan ekonomi.
Referensi
A’yunin, Q., & Triastuti, E. (2022). PIETY COMMODIFICATION OF NIQABIS IN SOCIAL MEDIA INSTAGRAM. Egalita Jurnal Kesetaraan dan Keadilan Gender, 17(2). https://doi.org/10.18860/egalita.v17i2.17718
Al-Munāwī, A.-I. M. ʿAbd al-R. (1972). Fayḍ al-Qadīr Sharḥ al-Jāmiʿ al-Ṣaghīr. Dar al Kutub al Ilmiyah.
Ath-Thabrani, I. A. Q. S. bin A. (1985). Al-Mu’jam Al-Awsat (1 ed.). Maktabah Al-’Arif.
Fadhillah, A. (2022). Contemporary Advertising In Islamic Perspective. Jurnal Peurawi: Media Kajian Komunikasi Islam, 5(1), 1. https://doi.org/10.22373/jp.v5i1.12011
Fealy, G. (2008). 2. Consuming Islam: Commodified Religion and Aspirational Pietism in Contemporary Indonesia. In Expressing Islam (hal. 15–39). ISEAS Publishing. https://doi.org/10.1355/9789812308528-006
Henry, A. M. (2021). Religious Literacy in Social Media: A Need for Strategic Amplification. Religion & Education, 48(1), 89–101. https://doi.org/10.1080/15507394.2021.1876507
Instagram. (n.d.). Diambil 30 Juni 2026, dari https://www.instagram.com/p/C3MSkpPxOPW/?hl=id
Maskur, Sulthon, M., & Suherman, E. (2023). Pentingnya Kontekstualisasi Matan Hadist Menggunakan Metode Hermeneutika. Jurnal Ilmiah Al-Muttaqin, 8(2), 19–24.
Masruha, M., Munawar, S., Zulmi, F., Abdullah, A., & Husaini, H. (2025). Digitization of Fatwas and Religious Authority: A Study on the Role of Social Media in the Interpretation of Islamic Law. Journal of Mujaddid Nusantara, 2(2), 99–113. https://doi.org/10.62568/jomn.v2i2.421
Merlins, R. R., Nur, H., & Nurhayati, S. (2025). KOMODIFIKASI AGAMA DALAM PERSPEKTIF SOSIOLOGI EKONOMI; (STUDI KASUS HAJI FURODA). Journal Publicuho, 8(3), 1759–1767. https://doi.org/10.35817/publicuho.v8i3.898
Millie, J., & Baulch, E. (2024). Beyond the Middle Classes, Beyond New Media: The Politics of Islamic Consumerism in Indonesia. Asian Studies Review, 48(1), 1–18. https://doi.org/10.1080/10357823.2023.2291103
Muhammad Ridha, & M. Andre Irawan. (2025). Kapitalisme Digital dan Pendidikan Agama Islam: Tasqif: Journal of Islamic Pedagogy, 2(2), 37–48. https://doi.org/10.51590/tsqf.v2i2.36
Munirah, M. (2023). Penggunaan Al-Qur’an dan Hadis di Balik Komersialisasi Thibbun Nabawi di Media Sosial. Al-Izzah: Jurnal Hasil-Hasil Penelitian, 89. https://doi.org/10.31332/ai.v0i0.6010
Osman, S., Ab. Rahman, S., Abu Bakar, E., & Mohd Safian, Y. H. (2024). The Use of Islamic Attribute in Food Product Marketing: Expert Views. Malaysian Journal of Consumer and Family Economics, 32(1), 260–289. https://doi.org/10.60016/majcafe.v32.10
Raya, M. K. F. (2025). Digital Islam: new space for authority and religious commodification among Islamic preachers in contemporary Indonesia. Contemporary Islam, 19(1), 161–194. https://doi.org/10.1007/s11562-024-00570-z
Satria, C., & Rahayu, S. (2019). Pengaruh Bauran Pemasaran Terhadap Keputusan Pembelian Air Mineral Ajwa Di 212 Mart Nigata Plaju Palembang. Motivasi, 4(1), 604. https://doi.org/10.32502/mti.v4i1.2082
Setia, P., & Dilawati, R. (2024). Religiosity in the Digital Era and the Challenges of Hoaxes, Post-Truth and Radicalism on Social Media. Jurnal Iman dan Spiritualitas, 4(1), 67–76. https://doi.org/10.15575/jis.v4i1.33230
Sito Rohmawati, H., Zulkifli, & Hakiem, N. (2025). Mediatization and Hypermediation in Digital Religion and the Transformation of Indonesian Muslim Religious Practices through Social Media Usage. Jurnal Sosiologi Agama, 18(2), 133–150. https://doi.org/10.14421/jsa.2024.182-01
Syakia, S., Ramdhani, H., & Nabilah Nazahah Najiyah, N. L. (2023). COMMODIFICATION OF HADITH IN SOCIAL MEDIA: Analysis of the Virtues of Ajwa Dates in the Instagram Account “Kurma Ajwa Madinah Royal.” An-Nubuwwah: Journal of Islamic Studies, 2(1), 89–106. https://doi.org/10.65345/anjis.v2i1.50
Tridifa, M. (2024). Religious Commodification in Branding: A Semiotic Analysis of Instaperfect’s Instagram Content. Jurnal Sosiologi Reflektif, 19(1), 73–96. https://doi.org/10.14421/r0sp0a35
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Fakhri Ilham Syarifudin

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





