Pergeseran Otoritas Keagamaan Di Era Media Sosial
Tantangan Otentisitas Tafsir Dalam Konten Digital
DOI:
https://doi.org/10.61683/isme.vol32.2025.92-99Kata Kunci:
Digital, Otoritas Keagamaan, Otentisitas TafsirAbstrak
Sebelum era digital, otoritas keagamaan berasal dari institusi formal seperti pesantren dan seminari. Legitimasi ulama dan pemuka agama diperoleh melalui pendidikan sistematis dan afiliasi dengan Lembaga yang mapan. Namun, Media sosial telah mendisrupsi otoritas keagamaan tradisional. Platform seperti YouTube dan TikTok menjadi ruang baru bagi konten keagamaan tanpa filter institusional. Adanya pergeseran otoritas keagamaan berdampak pada otentisitas tafsir dalam konten digital. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana dinamika pergeseran otoritas keagamaan dan bagaimana tantangan otentisitas tafsir dalam era digital seta bagaimana Upaya menjaga otentisitas tafsir di era digital. pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka. Hasil yang didapatkan menyebutkan terdapat pergeseran otoritas keagamaan, dari tradisional kepada konvensional. kemudian terdapat tiga tantangan terhadap otentisitas tafsir dalam konten digital yaitu: Validitas data dan keandalan sumber digital, simplikasi konten, Manipulasi Konten dan Disinformasi. Adapun Upaya menjaga otentisitas tersebut adalah pendidikan dan literasi digital, peran ulama dan lembaga keagamaan, kolaborasi dengan platform digital.
Referensi
Bunt, G. R. (2009). iMuslims: Rewiring the House of Islam. University of North Carolina Press.
Campbell, H. (2019). Contextualizing current digital religion research on emerging technologies. Human Behavior and Emerging Technologies, 2. https://doi.org/10.1002/hbe2
Captai, N. J. G. (2004). The Voice of Ulama: Fatwas and Religious Authority in Indonesia (hal. 116–120).
Gaborieau, M. (2010). Redefining Religious Authority in South Asian Muslims. In A. Azra, K. van Dijk, & N. J. G. Kaptein (Ed.), Varieties of Religious Authority: Changes and Challenges in 20th Century Indonesian Islam. ISEAS.
Hidayat, S. (2022). Ragam, Problematika dan Masa Depan Tafsir Al-Quran Digital. ŚALIĤA, 5(1).
HM, M. Y., & Satra, M. (2024). Kajian Tafsir Al-Qur’an di Era Digital: Literasi dan Pengaruh Teknologi. Jurnal Literasiologi: Literasi Kita Indonesia, 12(5), 226–231. https://doi.org/10.47783/literasiologi.v9i4
Hoover, S. (2006). The Media and Religious Authority. Penn State University Press.
Husein, F., & Slama, M. (2018). Online piety and its discontent: revisiting Islamic anxieties on Indonesian social media. Indonesia and the Malay World, 46(134), 80–93. https://doi.org/10.1080/13639811.2018.1415056
Jinan, M. (2012). New Media dan Pergeseran Otoritas Keagamaan Islam di Indonesia. Jurnal Lektur Keagamaan, 10(1), 190.
Marbun, S. F. (1996). Pemerintah Berdasarkan Kekuasaan Dan Otoritas. Jurnal Hukum Ius Quia Iustum, 6(3).
Mirzan, M., & Ishamiyah, A. (2025). Revolusi Penafsiran Al-Qur’an Membuka Makna di Era Digital. Al-Ghaaziy: Jurnal Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, 1(1), 72–78.
Missouri, R., Zuhriyah, N., & Jamilah, S. (2024). Peningkatan Literasi Digital dalam Memahami Ajaran Islam di Era Digital: Program Edukasi bagi Remaja Muslim. PEMAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(2), 51–58.
Mubarok, M. F., & Romdhoni, M. F. (2021). Digitalisasi al-Qur’an dan Tafsir Media Sosial di Indonesia. Jurnal Iman dan Spiritualitas, 1(1), 110–114. https://doi.org/10.15575/jis.v1i1.11552
Muzakka, A. (2018). Otoritas Keagamaan Dan Fatwa Personal Di Indonesia. Epistemé: Jurnal Pengembangan Ilmu Keislaman, 13. https://doi.org/10.21274/epis.2018.13.1.63-88
Nisa, E. F. (2018). Social Media and the Birth of an Islamic Social Movement: ODOJ (One Day One Juz) in Contemporary Indonesia. Indonesia and the Malay World, 46(134), 24–43. https://doi.org/10.1080/13639811.2017.1416758
Qudsy, S. Z. (2019). Pesantren Online: Pergeseran Otoritas Keagamaan di Dunia Maya. Living Islam: Journal of Islamic Discourses, 2(2), 169–187. https://doi.org/10.14421/lijid.v2i2.2010
Rumadi, R. (2012). ISLAM DAN OTORITAS KEAGAMAAN. Walisongo: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan, 20(1), 25–54. https://doi.org/10.21580/ws.20.1.183
Shofi, I., & Talkah. (2021). Analisis Teori Otoritas Max Weber Dalam Kepemimpinan Multikultural Kiai Sholeh Bahruddin Ngalah (Studi Kepemimpinan Multikultural Di Pondok Pesantren Ngalah Pasuruan). Jurnal Kependidikan Islam, 11(1), 134–157. https://doi.org/10.15642/japi.2020.10.2.226-251
Siregar, K. (2020). Fenomena Hoax dalam Al-Qur’an Perspektif Tafsir Maqasidi. Al-Fawatih: Jurnal Kajian Al-Qur’an dan Hadis, 1(2), 34–39.
Sofiana, N. E. (2022). Relasi Ijtihad NU, Muhammadiyah, Dan MUI. E-Journal Al Syakhsiyyah Journal of Law and Family Studies, 4(2).
Utomo, T. P. (2020). LITERASI INFORMASI DI ERA DIGITAL DALAM PERSPEKTIF AJARAN ISLAM. Buletin Perpustakaan Universitas Islam Indonesia, 3(1), 61–82.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 syaiful aslam

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





