Tafsir Bi-Ra'yi; Hukum dan Kedudukannya dalam Syariat Islam
DOI:
https://doi.org/10.61683/isme.vol31.2025.83-91Kata Kunci:
Hukum, Tafsir, Ar-Ra'yi, Metodologi Tafsir, Ulumul QuranAbstrak
Secara umum penafsiran al-Quran terbagi kepada dua metode utama; tafsir bil-ma’tsur (berbasis riwayat) dan tafsir bi-ra’yi (berbasis rasional). Metode tafsir bil-ma’tsur tidak diragukan lagi keabsahannya sebab penafsirannya dinukilkan langsung dari pembawa risalah Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam maupun dari murid-murid beliau para Sahabat dan generasi setelahnya yaitu para Tabiin. Namun berkaitan dengan Tafsir bi-ra’yi para ulama berbeda pendapat tentang hukumnya. Sebagian mengharamkannya dan sebagian lagi membolehkannya. Namun setelah dikaji lebih dalam ternyata perbedaan tersebut hanyalah bersifat lafzhi (redaksional) saja sebab keduanya sepakat haramnya menafsirkan al-Quran dengan akal (ra’yu) semata. Adapun menafsirkan al-Quran yang didasari dengan ilmu maka itu dibolehkan. Ilmu yang dimaksudkan disini adalah ilmu syarí seperti Ulumul Quran, Hadis, Fiqih, Ushul Fiqh, Bahasa Arab dan lain sebagainya, sehingga penafsirannya tidak melenceng dari nilai-nilai yang sudah baku dalam ajaran agama Islam. Untuk itu para ulama menetapkan beberapa kaedah dan ketentuan dalam menafsirkan al-Quran dengan Ra’yi. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis kedudukan tafsir bi-ra’yi dalam Islam berdasarkan dalil al-Quran, hadis, maupun praktek ulama salaf. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka deskriptif-analitis. Hasil kajian didapatkan bahwa menafsirkan al-Quran tidak boleh kalau hanya berpatokan pada pendapat (ra’yu) semata. Tafsir bi-ra’yi baru bisa diterima kalau memiliki sandaran dari dalil-dalil syar’i yaitu al-Quran, hadis maupun pendapat ulama salaf.
Referensi
Al-Quranul Karim
Abu Daud, Sunan Abi Daud, Beirut: Dar al-Fikr, tt.
Ad-Darimi, Sunan ad-Darimi, Beirut: Dar Kitab al-Arabi, 1407H.
Adz-Dzahabi, Mizan al-I’tidal, Beirut: Dar Ma’rifah, cet 1, 1963M.
Adz-Dzahabi, Muhammad Husen, Tafsir wal Mufasirun, Kairo; Maktabah Wahbah, 2005M.
Al-Asqolani, Ibnu Hajar, Tahzibul Tahzib, Beirut: Dar el-Fikr, cet 1 1984M.
Al-Baihaqi, Sunan al-Kubra, Haidar Abad: Dairatul Ma’arif an-Nizhamiyah, cet 1, 1344H.
Al-Baihaqi, Sunan As-Shughra, Riyadh: Maktabah ar-Rusyd, 2001M.
Al-Bani, Muhammad Nashiruddin, Silsilah al-Ahadiis Dhoifah, Riyadh: Maktabah al-Maárif, 1992M.
Al-Qurthubi, Jami’ Li Ahkamil Qurán, Kairo: Dar Kutub al-Mishriyah, cet 2, 1964M
As-Suyuthi, al-Itqan fi Ulumil Quran, Beirut: Muassasah Risalah, 2008M/1429H.
At-Thabari, Ibnu Jarir, Jamiul Bayan, Kairo: Dar Hijir Littiba’ah wa Nasyar wa Tauzi’, cet 1, 1422H/2001M
At-Tirmizi, Sunan at-Tirmizi, Beirut, Dar Gharb al-Islami, 1998M.
Bukhari, Shahih Bukhari, Beirut: Dar Ibnu Katsir, cet 3, 1987M.
Fairus Abadi, Kamus al-Muhith, Beirut: Muassasah ar-Risalah Littiba’ati wa Nasyar wa Tauzi’, cet 8, 1426H/2005M
Ibnu Abi Syaibah, al-Mushannaf, India: Dar Salafiyyah, tt.
Ibnu Katsir, Tafsir Al-Quranil ‘Azhim, Kairo: Dar Al Manar, 2002.
Ibnu Manzhur, Lisanul Arab, Beirut; Dar Shadr, cet 3, 1414H
Ibnu Taimiyah, Taqiyyudin Ahmad, Muaqaddimah fi Ushul at-Tafsir, Beirut: Dar Ibnu Hazm, cet 1, 1994M.
Manna’ Qaththan, Mabahits fi Ulumil Qurán, Maktabah al-Ma’arif li an-Nasyar wa at-Tauzi’, cet 3, 1421H/2000M.
Muhammad Sayyid Thanthawi, Tafsir al-Wasith, Kairo: Dar Nahdhah, 1998.
Muslim, Shahih Muslim, Beirut: Dar Ihya Turats Arabi, tt.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Muhammad Arif, Dwi Sukmanila Sayska

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





